Khaira ; Kebaikan yang memberi manfaat
Terinspirasi dari hadits Rasulullah ﷺ:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” HR.Ahmad
Sejalan dengan filosofi Jawa “Urip Iku Urup” hidup adalah tentang menjadi “nyala” yang menghadirkan manfaat dan kebaikan bagi sesama.
Khaira hadir dalam siluet asimetris, outer yang flowy, ringan dan bergerak bebas, menggambarkan kebaikan yang terus mengalir dan menyebar.
Simbol-simbol kecil menjadi aplikasi pada desain:
- Aksara Jawa “U” / Urip - simbol kehidupan; pengingat bahwa hidup adalah kesempatan untuk berbuat baik.
- Motif cahaya / Urup - melambangkan nyala kebaikan yang menerangi dan memberi manfaat bagi sekitar.
- Awan - hidup yang meneduhi
- Truntum - dimaknai sebagai keikhlasan, melakukan kebaikan tanpa mengharap balasan.
- Kawung - dimaknai sebagai kebijaksanaan.
Aksara Jawa “Sogan” - Sholawat Gawe Nur: menjadi pengingat untuk
- So : terus ber shalawat,
- Ga : Gawe “sepi ing pamrih, rame ing gawe” Ikhlas
- Nur : cahaya (Al-Qur’an dan hadits) & menebar manfaat / urup.